#REVIEW : MAGIC HOUR


MAGIC HOUR, sebuah film yang gagal aku tonton bersama Nata. Selama dua minggu film ini diputar aku belum punya kesempatan untuk nonton, yah melihat film ini diputar selama 2 minggu artinya film ini cukup diminati banyak orang, dan membuatku cukup penasaran.

sekilas tahu tentang desas-desusnya, cerita ini berkisah tentang Cinta (yaiyalah...), tentang sahabat yang mencintai diam-diam , bisa bikin nangis, dan pemainnya kece-kece. Terus, beli bukunya karena penasaran, baru nyampe bab 7, Okeh, dan akhirnya saya nonton. maksudnya baru nonton di Youtube. *nangis...
berikut adalah Review saya yang agak nyeleneh, ya namanya juga pendapat kan yaa..boleh dong...hahaha *Plak
Ceritanya masih sama dengan desas-desusnya, berawal dari persahabatan dua anak perempuan bernama Gwenny dan Raina sang pemeran utama. Raina yang kecelakaan ketika mengantar bunga (kenapa Raina harus lebih memperhatikan foto dibanding jalanan yang notabenenya jalan besar dan lampu merah?), Raina baik-baik saja dan pulang dari rumah sakit setelah menanda-tangani surat yang anehnya sudah ada namanya.
Lanjut Gwenny yang meminta Raina berpura-pura menjadi dirinya untuk menemui cowok bernama Dimas. Raina menunggu Dimas dengan berdebar-debar, dan ketika melihat Raina, Dimas langsung buru-buru pergi, Raina mengejar Dimas, Dimas naik mobil dan Raina mengejarnya dengan sepedah ontelnya sambil hujan-hujanan. Penglihatan Raina tiba-tiba kabur dan membuatnya terjatuh. Dimas melihat Raina terjatuh dan menghentikan mobilnya lalu menolong Raina. (kenapa harus lari kalau akhirnya Raina ditolong?) .
Raina bertemu dengan Toby, sahabat yang mencintainya diam-diam, Toby sangat menyayangi Raina namun ada yang juga menyukai Toby, Anisa. ada cinta segitiga disini.
Raina bertemu dengan Dimas di rumah sakit, lalu bilang kalau dia ingin menyelidiki Dimas sebelum mengenal Gwenny, Dimas setuju dan menyuruh Raina lebih mengenalnya lagi. Dimas dan Raina saling mengobrol dan bercerita, mereka jadi sering bertemu dan saling mengenal . Menari dibawah Hujan, membaca buku dan menceritakan keinginan Raina untuk menerbitkan buku. Mereka menonton Magic Hour bersama di dermaga. Pertemuan-pertemuan mereka membuat mereka semakin dekat,  yang akhirnya membuat mereka saling jatuh cinta.
Raina meminta Gwenny untuk menemui Dimas, namun Gwenny menolak.
Raina semakin dekat dengan Dimas, mereka janjian untuk bertemu di pasar malam, Dimas tidak datang , di waktu yang bersamaan Gwenny datang menemui Dimas, dan ternyata Gwenny langsung menyukai Dimas. Raina menunggu, hingga hujan turun dia memutuskan untuk pulang.
sesampainya dirumah, Gwenny bercerita kalau dia baru saja bertemu Dimas, Raina yang kecewa menangis mendengar cerita Gwenny yang akan bertunangan dengan Dimas seminggu lagi.
Toby datang menemui Raina, menyatakan perasaannya, namun Raina menolaknya dengan halus, Raina hanya ingin bersahabat dengan Toby sedangkan Toby sangat menyayangi Raina dan berharap lebih.
saat makan malam, Dimas datang bersama ibunya di rumah Gwenny, saat itu Dimas menolak untuk dijodohkan dengan Gwenny karena dia telah jatuh cinta pada Raina, Gwenny marah dan mendorong Raina hingga terjatuh dan pingsan. (entah kenapa Gwenny marah padahal dia yang nyuruh).
Raina terbangun di rumah sakit dan Buta, (hanya dokter dan penulis yang tahu tentang dampak terjatuh dengan kebutaan, iya emang ada efeknya sih). Raina menjalani kehidupan dengan kebutaan, Dimas yang melihat Toby di rumah sakit langsung memukul Toby, karena Toby-lah penyebab kecelakaan Raina waktu itu. (kenapa Toby kabur setelah melihat orang kecelakaan, Toby benar-benar nggak gantle). Toby merasa bersalah.
Dimas di Vonis hidupnya tidak panjang lagi (ya Heran sekali masih ada yang menggunakan cerita begini di tahun 2015 lalu). Dimas mendonorkan matanya untuk Raina. dan ketika Raina selesai Operasi dia melihat Dimas. another Dimas. Raina awalnya percaya kalau dia Dimas, namun akhirnya dia sadar kalau laki-laki itu bukan Dimas. ya, kembarannya Dimas yang entah siapa namanya.
Dimas meninggal, dan menyuruh sodara kembarnya untuk menjaga Raina, Toby yang tidak kunjung mendapat tempat di hati Raina setelah Dimas meninggal akhirnya melirik Gwenny ( di novelnya mereka akan menikah). (Toby, kalau kamu mencintai Raina kamu tidak akan bisa semudah itu berpaling pada Gwenny -_-", tapi lagi-lagi tergantung penulis skenario sih dan sutradara). lalu, anisa yang di awal, tidak ada lagi di scene-scene berikutnya. lalu untuk apa karakter Anisa dibuat?entahlah.
di ending, kembaran Dimas membocorkan semuanya termasuk tentang Dimas disaat-saat terakhirnya, adegan ini tidak bisa membuatku menangis, maaf nggak peka. Lalu mereka ke Kawah Ijen (scene favorite soalnya deket rumah). Tidak tahu kenapa, mereka terasa sangat dekat, lalu kembaran Dimas menobatkan diri ingin menjadi cinta terakhir Raina, sepertinya Raina senang, semudah itu Raina melupakan Dimas dan memilih kembarannya? ya, aku tahu ini hanya agar pemain utamanya tidak tergeser saja atau hilang, jadi dia tetap digunakan dengan peran yang berbeda. lalu terbit novel Raina, yang hanya dia dan Tuhan yang tahu kapan dia menulisnya.

prok-prok-prok...Tamat...dan aku merasa sedang menonton FTV yang dilayar-lebarkan. * MAAF

overall, cuma suka pemainnya aja, kurang tertarik dengan ide ceritanya yang menurutku biasa saja *ditendang pembaca, iya cerita seperti ini terjadi di banyak FTV-FTV, menurutku pengemasannya masih kurang halus. Saya sebagai penonton tidak terbawa suasana sebut saja Baper, saya tidak tertawa ketika lucu atau sedih ketika adegan tragis, ya..tidak ada emosi yang ditunjukan. Kedekatan Raina dan Dimas pun sangat dangkal, proses kedekatan mereka hanya dipaksakan karena durasi tanpa melibatkan emosi, tidak ada tangga dramatisasi yang menarik dan layer-layer yang membuat mereka bisa dekat tidak otomatis, umm bahasa sederhananya Proses yang membuat mereka dekat. Too much telling story with no support good acting.

adegan yang paling diingat dan berkesan :
-Raina Kecelakaan 2 kali.
-Raina menari di bawah hujan
-ketika Toby menyatakan cinta di Jalan Raya
-Scene terakhir di kawah Ijen

kata-kata yang paling diingat :
- " siapa yang paling sayang sama kamu?" "aku", "siapa yang paling sayang sama aku?". "kamu"
- " Tobyy, suatu hari akan ada yang mematahkan hatiku, dan saat itu aku membutuhkanmu untuk memelukku, makanya aku nggak mau kehilangan kamu"
- " ketika kamu bahagia mata itu bercahaya"

oke cukup : Baiklah, maaf kalau ada pihak yang tidak suka dengan tulisan saya dan itu sah-sah aja. Saya bukan penulis buku best seller atau penulis skenario 'kok berani mengkritik sih?', ya saya kan berpendapat bukan memfitnah kan ya, karena ini masalah selera men dan sudut pandang. 
:D
enjoy ajalah ya...

Comments

Popular Posts