Jumat, 09 September 2016

Surat Untuk Nata : Cita Cinta




Hi Nata, Apa kabar?
Bagaimana kabar cuaca di kotamu yang jarang ada kabutnya?

Masih tentang mimpiku yang selalu ada kamu di dalamnya.
Nata, ayo kita hidup berdua. Iya berdua saja.
Kita pergi ke sebuah desa, Sebuah desa, yang akan sering berkabut seminggu sekali. Dan aku akan memintamu memotretku di tengah kabut menggunakan jaket gunung berwarna biru dan scraf pemberianmu.

Bagaimana kalau kita membangun sebuah rumah mungil berukuran lima kali tujuh meter dengan sedikit pekarangan memutari rumah? Tidak perlu besar, kecil saja. Agar tak ada jarak diantara kita. Tidak perlu bagus, sederhana saja karena masih banyak waktu tersisa untuk kita membangun bersama. Rumah dengan cat putih yang dipenuhi bunga lili  di setiap pagarnya, dengan lukisan bunga teratai di tembok ruang tamu, lukisan hujan di kamar kita, dan lampu bohlam berwarna kuning di taman.

Nata, bayangkan jika di depan rumah kita ada savana yang ujungnya adalah matahari terbenam, mengingat betapa kita berdua menyukai jingga yang dikirim oleh senja.
Kita akan merayakan senja bersama - sama, dengan dua cangkir teh melati dan setoples kata - kata . Ya, kata - kata cinta yang akan jarang kamu ungkapkan secara nyata.

Nata, aku yang sangat susah bangun pagi, akan menyiapkan kopi sebelum fajar.
Membangunkanmu dengan aroma kopi kesukaanmu, sebelum matahari menyorot nyalang ke arah rumah kita. Akan ada dua tangkup roti isi coklat kesukaanmu,kita bicara tentang mimpi - mimpi dan angan kita berdua. Betapa aku menganggumi caramu membuatku tertawa, diantara kepulan asap tipis dari teh melati dan kopi diatas meja.

 Aku akan menyiapkan pakaianmu untuk kamu gunakan bekerja, dan aku akan menunggumu di rumah sembari menanam bunga di pekarangan kecil rumah kita. Aku akan menunggumu dengan sabar, dan menyambutnya dengan senyuman saat kamu datang dengan peluh di dahimu. lalu, kamu akan bersandar di bahuku sembari bercerita betapa berat harimu. Kita habiskan malam bersama di depan tivi, Berebut remote Tivi karena acara yang kita sukai berbeda, lalu tertidur di sofa dengan tivi yang menyala.

Nata, aku sudah mulai lelah.
Lelah dengan aktifitas yang tak henti - hentinya mengganggu tidurku, kalau di rumah kecil kita aku bisa tidur siang sembari menunggumu pulang atau memasakan kudapan manis yang kamu sukai.
Aku mulai lelah dengan hiruk pikuk kehidupan, dengan pemikiran - pemikiran orang yang selalu kamu tanggapi dengan ' sudah jangan ditanggapi, nikmati saja hidupmu', bersamamu aku hanya akan memikirkanmu dan tidak mendengar lagi kicauan mereka, karena yang aku dengar hanya gerutuanmu atas kecerobohanku dan ledekanmu tentang ketololanku.

Nata, Aku ingin lebih banyak bercerita di sampingmu dalam sebuah kursi ayunan di sebelah kanan pekarangan rumah kita, yang akan ditumbuhi rumput jepang dan bunga liar berwarna kuning. Aku ingin menyandarkan bebanku dibahumu, sejenak. Dan kamu akan merangkul bahuku dengan hangat.

Aku rindu, ketika kamu berkata ' tidak apa - apa kamu tidak bisa melakukannya, kamu tidak harus bisa melakukan banyak hal sekaligus, kerjakan yang membuatmu senang, jangan dipaksakan kalau tidak bisa', ketika aku mengeluh tentang tuntutan yang harus aku jalani. Tentang orang - orang yang selalu memerintahku tanpa memikirkan apa yang sedang aku hadapi. Tidak ada orang yang sepeduli dirimu, yang bilang memiliki tangan dengan jari gemuk - gemuk adalah salah satu karateristik perempuan, bukan aib. Yang setiap perempuan tidak harus sama dengan perempuan lainnya, meskipun aku tahu, yang kamu cari adalah perempuan cantik seperti perempuan pada umumnya di era sekarang, sedangkan aku perempuan yang hidup di era yang tertinggal.

Nata, aku akan menjadi wanita hebatmu yang akan meninggikan derajatmu, aku akan menjadi perempuan dibalik kesuksesanmu. Yang akan mendorongmu, ketika kamu putus asa, sama seperti yang kamu lakukan ketika aku putus asa dengan hidupku.

Nata, Kata orang aku adalah perempuan yang mengejar harta. Mereka salah, aku mengejarmu. Kamu tanpa harta sekalipun. Nata, jangan pikirkan apa yang mereka katakan, pikirkan apa yang kamu rasakan,..aku masih di tempat yang sama, tempat dimana kamu memintaku menunggu. Aku hanya akan menunggu, sampai kamu memutuskan pergi untuk selamanya atau kembali. Aku masih duduk manis bersama mimpi - mimpiku, mimpi kecil kamu melangkah ke arahku dan mengulurkan tangan untuk menjadikanku bagian hidupmu.

Nata, Ayo hidup bersamaku. Aku janji, aku tidak akan menyusahkanmu. Aku akan menjadi pendengar terbaik hari - harimu, menjadi teman hidupmu dan tua bersamamu. Mau?

Nb : Nata, kalau kamu bosan dengan rumah kecil kita, kita bisa jalan-jalan naik motor ke pulau kecil atau pantai berpenghuni, atau hutan dengan singanya, atau ke kutub utara. kemana saja, naik apa saja, asal sama kamu aku mau, bahkan tidur diemperan jalan. *Asalsamakamu.

Kamis, 21 Juli 2016

Surat Untuk Nata : CINTA BUTA



Hai Nata, Apa kabar?

Kamu tahu apa itu cinta buta? Ketika matamu bisa melihat namun kamu tidak melihat apapun. Kamu tahu banyak hal, tapi seolah kamu tidak tahu apa-apa. Kamu tahu ada yang salah tapi kamu menutupnya dan merasa tidak ada apa-apa. Pernahkah? Kalau belum, jangan mencobanya, Nanti kamu tidak kuat.

Kalau kamu ingin tahu seperti apa cinta buta itu, cukup lihat saja aku. Lihat bagaimana aku mencintaimu, Lihat bagaimana aku memilih terjatuh untukmu dan Lihat apa yang aku tinggalkan dan memilih pergi ke arahmu.

Nata,
Kamu tidak pernah menawarkan apapun untukku, tapi aku bersedia mengikutimu. Kamu tidak menjaminkan apa-apa, namun aku tetap berdiri di sampingmu, menunggu, menunggu kamu menawarkan kasih sayang bukan uang. Aku pikir aku sudah jatuh cinta, dan aku terlalu Buta untuk melihat, Kamu tidak memiliki apa-apa bahkan cinta untukku.

Nata,
Ada seseorang yang sama bodohnya denganku, dia bahkan memberikan hidupnya untuk orang yang dicintainya. Dia meninggalkan semuanya demi orang yang dicintainya. Bahkan mungkin saja aku juga ditinggalkan. Ketika kekasihnya pergi, dia seperti kehilangan nyawa, seperti orang mati. Dan menggadaikan apa saja agar kekasihnya kembali. Aku tidak tau seberarti apa kekasihnya, dan aku tahu mungkin seberarti kamu untukku.

Nata,
Aku rasa Cinta Buta itu adalah kesalahan, Jika orang tersebut bisa sedikit saja melihat dengan mata hatinya, Dia bisa memiliki kehidupan yang lebih baik dan dia tidak mengorbankan hidup orang lain. Cukup dia bisa melihat kalau kekasihnya adalah laki-laki yang tidak layak untuknya, dan kenapa aku yang bisa melihatnya tapi dia tidak. Ya, karena dia buta. Matanya hanya untuk menangis, dan hatinya untuk mencintai, jadi keduanya terlalu sibuk untuk bisa melihat 'kenyataan'.
Aku rasa akupun sama,
Aku harus melihat kenyataan, aku akan berusaha menggunakan akal sehatku mencintaimu. Dan, akhirnya aku harus terluka karena akhirnya aku melihat, kamu tidak layak untuk aku perjuangkan.
Sama halnya seperti Orang itu, aku tidak mau menjadi orang bodoh yang dibodohi atas nama cinta. Aku ingin mencintaimu dengan indahnya, tanpa diakhiri kekecewaan karena cinta yang aku lakukan hanya bentuk pembodohan.

Nata,
Jika kamu mulai mencintaiku, jika kamu sudah tidak berfikir untuk membodohiku atau hanya ingin memanfaatku, aku masih punya banyak ruang untukmu. Karena aku belum bisa menerima siapapun untuk datang. Entah sampai kapan,..
Aku akan melepasmu dari pikiranku perlahan, sangat perlahan..dengan segala cara. Agar ketika aku sepenuhnya sadar, kamu sedang memperjuangkan orang lain, aku punya cukup tenaga untuk melangkah pergi bersama orang lain, selain kamu.

Nata,
Jika aku sudah tidak berguna untukmu, masihkan kamu mau jadi temanku?


Minggu, 12 Juni 2016

Me RINDU Kamu



Aku merindukan hening. 

Duduk berlama-lama di tepi dermaga menyaksikan kelip-kelip kota dari jauh.

Duduk dengan tenang, Sambil mendengarkan lagu cinta dan mengingat sepotong kenangan. 

Aku merindukan hujan.

Suara desir yang menenangkan.

Menenggelamkan aku dalam kubangan kenangan.

Bersama kamu, berdiri di bawah mendung yang sama, dan hati yang saling menghangatkan.

Aku merindukan kamu. 

Sosok yang menemaniku duduk di tepi dermagadan berteduh di bawah hujan.

Berbagi cerita konyolku dan celotehmu.

Merasakan hangat geganggamanmu,dan memecah tawa dalam sepi. 

Malam ini tak lagi sama,Tak ada kamu yang tersenyum merayudan memelukku dalam damai.

Tak ada genggaman manis di sela-sela jemari.Meski, Lagu cinta tetap bergema.

Kelip-kelip kota tak meredup di seberang sana,hatiku tak lagi terisi.

Senin, 23 Mei 2016

#Poem : Kepada Makhluk Tuhan Bernama Kamu




Dalam diam ada Rindu,..
Yang sedang memeluk keheningan dan menunggumu datang,
Masih dengan lekuk meringkuk tanpa kata
Hanya menunggu dan berdoa, makhluk Tuhan bernama Kamu
Datang dengan senyuman dan berkata,
" Aku kembali untukmu"

Dalam Diam ada Cinta,..
Menyelip tanpa suara kesetiap pojok ruang bernama Hati,
Mendekap perlahan dan bersenandung,
membuai aku yang begitu lugu,
kepada Makhluk Tuhan bernama kamu,..
aku jatuh padamu,..

Dalam Diam ada Cerita,..
Mengadu dalam sepi di depan Tuhan,
Melenanya di tengah Malam, tak tertahan.
Kepada makhluk Tuhan Bernama Kamu,
Ada yang sedang menunggumu bernama Aku,
Berdiri tepat disampingmu,..

Kamis, 28 April 2016

#REVIEW : MAGIC HOUR


MAGIC HOUR, sebuah film yang gagal aku tonton bersama Nata. Selama dua minggu film ini diputar aku belum punya kesempatan untuk nonton, yah melihat film ini diputar selama 2 minggu artinya film ini cukup diminati banyak orang, dan membuatku cukup penasaran.

sekilas tahu tentang desas-desusnya, cerita ini berkisah tentang Cinta (yaiyalah...), tentang sahabat yang mencintai diam-diam , bisa bikin nangis, dan pemainnya kece-kece. Terus, beli bukunya karena penasaran, baru nyampe bab 7, Okeh, dan akhirnya saya nonton. maksudnya baru nonton di Youtube. *nangis...
berikut adalah Review saya yang agak nyeleneh, ya namanya juga pendapat kan yaa..boleh dong...hahaha *Plak
Ceritanya masih sama dengan desas-desusnya, berawal dari persahabatan dua anak perempuan bernama Gwenny dan Raina sang pemeran utama. Raina yang kecelakaan ketika mengantar bunga (kenapa Raina harus lebih memperhatikan foto dibanding jalanan yang notabenenya jalan besar dan lampu merah?), Raina baik-baik saja dan pulang dari rumah sakit setelah menanda-tangani surat yang anehnya sudah ada namanya.
Lanjut Gwenny yang meminta Raina berpura-pura menjadi dirinya untuk menemui cowok bernama Dimas. Raina menunggu Dimas dengan berdebar-debar, dan ketika melihat Raina, Dimas langsung buru-buru pergi, Raina mengejar Dimas, Dimas naik mobil dan Raina mengejarnya dengan sepedah ontelnya sambil hujan-hujanan. Penglihatan Raina tiba-tiba kabur dan membuatnya terjatuh. Dimas melihat Raina terjatuh dan menghentikan mobilnya lalu menolong Raina. (kenapa harus lari kalau akhirnya Raina ditolong?) .
Raina bertemu dengan Toby, sahabat yang mencintainya diam-diam, Toby sangat menyayangi Raina namun ada yang juga menyukai Toby, Anisa. ada cinta segitiga disini.
Raina bertemu dengan Dimas di rumah sakit, lalu bilang kalau dia ingin menyelidiki Dimas sebelum mengenal Gwenny, Dimas setuju dan menyuruh Raina lebih mengenalnya lagi. Dimas dan Raina saling mengobrol dan bercerita, mereka jadi sering bertemu dan saling mengenal . Menari dibawah Hujan, membaca buku dan menceritakan keinginan Raina untuk menerbitkan buku. Mereka menonton Magic Hour bersama di dermaga. Pertemuan-pertemuan mereka membuat mereka semakin dekat,  yang akhirnya membuat mereka saling jatuh cinta.
Raina meminta Gwenny untuk menemui Dimas, namun Gwenny menolak.
Raina semakin dekat dengan Dimas, mereka janjian untuk bertemu di pasar malam, Dimas tidak datang , di waktu yang bersamaan Gwenny datang menemui Dimas, dan ternyata Gwenny langsung menyukai Dimas. Raina menunggu, hingga hujan turun dia memutuskan untuk pulang.
sesampainya dirumah, Gwenny bercerita kalau dia baru saja bertemu Dimas, Raina yang kecewa menangis mendengar cerita Gwenny yang akan bertunangan dengan Dimas seminggu lagi.
Toby datang menemui Raina, menyatakan perasaannya, namun Raina menolaknya dengan halus, Raina hanya ingin bersahabat dengan Toby sedangkan Toby sangat menyayangi Raina dan berharap lebih.
saat makan malam, Dimas datang bersama ibunya di rumah Gwenny, saat itu Dimas menolak untuk dijodohkan dengan Gwenny karena dia telah jatuh cinta pada Raina, Gwenny marah dan mendorong Raina hingga terjatuh dan pingsan. (entah kenapa Gwenny marah padahal dia yang nyuruh).
Raina terbangun di rumah sakit dan Buta, (hanya dokter dan penulis yang tahu tentang dampak terjatuh dengan kebutaan, iya emang ada efeknya sih). Raina menjalani kehidupan dengan kebutaan, Dimas yang melihat Toby di rumah sakit langsung memukul Toby, karena Toby-lah penyebab kecelakaan Raina waktu itu. (kenapa Toby kabur setelah melihat orang kecelakaan, Toby benar-benar nggak gantle). Toby merasa bersalah.
Dimas di Vonis hidupnya tidak panjang lagi (ya Heran sekali masih ada yang menggunakan cerita begini di tahun 2015 lalu). Dimas mendonorkan matanya untuk Raina. dan ketika Raina selesai Operasi dia melihat Dimas. another Dimas. Raina awalnya percaya kalau dia Dimas, namun akhirnya dia sadar kalau laki-laki itu bukan Dimas. ya, kembarannya Dimas yang entah siapa namanya.
Dimas meninggal, dan menyuruh sodara kembarnya untuk menjaga Raina, Toby yang tidak kunjung mendapat tempat di hati Raina setelah Dimas meninggal akhirnya melirik Gwenny ( di novelnya mereka akan menikah). (Toby, kalau kamu mencintai Raina kamu tidak akan bisa semudah itu berpaling pada Gwenny -_-", tapi lagi-lagi tergantung penulis skenario sih dan sutradara). lalu, anisa yang di awal, tidak ada lagi di scene-scene berikutnya. lalu untuk apa karakter Anisa dibuat?entahlah.
di ending, kembaran Dimas membocorkan semuanya termasuk tentang Dimas disaat-saat terakhirnya, adegan ini tidak bisa membuatku menangis, maaf nggak peka. Lalu mereka ke Kawah Ijen (scene favorite soalnya deket rumah). Tidak tahu kenapa, mereka terasa sangat dekat, lalu kembaran Dimas menobatkan diri ingin menjadi cinta terakhir Raina, sepertinya Raina senang, semudah itu Raina melupakan Dimas dan memilih kembarannya? ya, aku tahu ini hanya agar pemain utamanya tidak tergeser saja atau hilang, jadi dia tetap digunakan dengan peran yang berbeda. lalu terbit novel Raina, yang hanya dia dan Tuhan yang tahu kapan dia menulisnya.

prok-prok-prok...Tamat...dan aku merasa sedang menonton FTV yang dilayar-lebarkan. * MAAF

overall, cuma suka pemainnya aja, kurang tertarik dengan ide ceritanya yang menurutku biasa saja *ditendang pembaca, iya cerita seperti ini terjadi di banyak FTV-FTV, menurutku pengemasannya masih kurang halus. Saya sebagai penonton tidak terbawa suasana sebut saja Baper, saya tidak tertawa ketika lucu atau sedih ketika adegan tragis, ya..tidak ada emosi yang ditunjukan. Kedekatan Raina dan Dimas pun sangat dangkal, proses kedekatan mereka hanya dipaksakan karena durasi tanpa melibatkan emosi, tidak ada tangga dramatisasi yang menarik dan layer-layer yang membuat mereka bisa dekat tidak otomatis, umm bahasa sederhananya Proses yang membuat mereka dekat. Too much telling story with no support good acting.

adegan yang paling diingat dan berkesan :
-Raina Kecelakaan 2 kali.
-Raina menari di bawah hujan
-ketika Toby menyatakan cinta di Jalan Raya
-Scene terakhir di kawah Ijen

kata-kata yang paling diingat :
- " siapa yang paling sayang sama kamu?" "aku", "siapa yang paling sayang sama aku?". "kamu"
- " Tobyy, suatu hari akan ada yang mematahkan hatiku, dan saat itu aku membutuhkanmu untuk memelukku, makanya aku nggak mau kehilangan kamu"
- " ketika kamu bahagia mata itu bercahaya"

oke cukup : Baiklah, maaf kalau ada pihak yang tidak suka dengan tulisan saya dan itu sah-sah aja. Saya bukan penulis buku best seller atau penulis skenario 'kok berani mengkritik sih?', ya saya kan berpendapat bukan memfitnah kan ya, karena ini masalah selera men dan sudut pandang. 
:D
enjoy ajalah ya...

Senin, 25 April 2016

Cerbung : 12 jam #part2

(Lanjutan )


“ Nara? Kok kamu di sini?”. Dahi Tobi berkerut, Nara tidak memiliki jawaban cadangan dan hanya bisa menjawab dengan cengiran.
            Nara tidak bisa hidup normal setelah Tobi bilang dia akan pergi ke Penang. Nara sering melamun dan memikirkan kemungkinan-kemungkinan Tobi bertemu gadis penang, Tobi melupakannya, Tobi kembali ke Indonesia dengan seorang istri, Tobi tidak akan kembali dan mungkin tidak pernah ingat kalau punya teman seperti Nara. Nara tidak bisa tidur nyeyak, membayangkan hari-harinya di kampus akan sepi tanpa ada kehadiran Tobi, sahabat satu-satunya.                    Nara selalu bermimpi buruk, membayangkan kalau dia tidak akan mendengar kebawelan cowok itu lagi, tidak akan mendengar protesannya lagi kalau Nara ceroboh, tidak ada suara tertawanya lagi. Memikirkan hal-hal buruk yang mengerikan baginya itu, Nara tidak bisa berfikir dengan benar. Andai saja, Nara berani mengungkapkan perasaannya pada Tobi. Tapi, Nara khawatir, Tobi akan ilfeel menjadi temannya lagi, keakraban diantara mereka tidak sama lagi, kebawelan Tobi tidak sama lagi. Nara benar-benar takut kehilangan sosok Tobi. Lalu, Nara memutuskan untuk mengikuti Tobi ke Jogja, agar dia bisa menemani Tobi hingga dia terbang dan entah kapan kembali. Agar Nara bisa merasakan, hangatnya kehadiran Tobi untuk terakhir kalinya. Yakin idenya benar-benar bagus untuknya, Nara langsung pesan tiket kereta di tanggal yang sama dengan Tobi.
            Nara masih belum menemukan alasan untuk menjawab pertanyaan Tobi, “ kamu nggak ngikutin aku kan?”. Tanya Tobi curiga. Nara langsung gugup dan pura-pura tertarik dengan botol aqua.
“ ya enggaklah, aku ada acara tahu di Jogja”. Dusta Nara, dia tidak mau Tobi merasa Nara menjijikan karena mengikutinya hingga ke Jogja. Nara ingin memanfaatkan 12 jam kedepan untuk membuat kenangan manis bersama Tobi yang tidak akan cowok itu pernah lupakan.
“ acara apa ?”. kejarnya.
“ Rahasia”. Nara menjulurkan lidahnya,mengejek Tobi dan membiarkan cowok itu penasaran. Tobi masih menatap Nara penuh Tanya, dengan cuek Nara duduk dan mengeluarkan Ipod-nya dan memasangnya di kedua telinganya. Tatapan mata Tobi masih terpaku padanya, Nara bukannya tidak bisa merasakan itu, dia hanya tidak ingin 12 jam perjalanan ini menjadi perpisahan kaku dan membuat Tobi tidak mau mengenal Nara lagi.
“udah makan?”. Tanya Tobi lembut, Nara menoleh Tobi dengan wajah tidak tahu apa-apa.
“ apa?”. Nara melepas kedua earphone-nya, merasa kalau Tobi baru saja mengatakan sesuatu.
“ mbak, bisa minggir? Ini tempat saya”. Seorang ibu-ibu bersama balita dalam gendongannya berdiri di samping Nara. Nara minggir, tapi kelihatannya ibu-ibu itu kerepotan karena di belakangnya anaknya yang lain yang berusia 4 tahunan juga ikut duduk. Nara jadi terjepit di dekat Jendela. Tobi menarik tangan Nara, dan menyuruhnya duduk di sebelahnya. Dengan nurut Nara duduk dengan tenang. Benar saja, ibu-ibu itu terlihat lega begitu Nara pindah duduk.
“ Kamu tadi ngomong apa?”. Tanya Nara, kembali mengulang pertanyaannya pada Tobi. Tobi melirik Nara sebentar.
“ kok nggak bilang sih kalau mau ke Jogja, tahu gitu kan bareng ke stasiunnya”. Kata Tobi, Nara nyengir.
“ Kejutan bos”. Sahutnya bohong, tapi dia sungguh-sungguh mengejutkan Tobi.
“ sudah makan? Pasti belum”. Kata Tobi, dia mengambil sesuatu di dalam tasnya. “ nih makan, Cuma punya satu sih jadi jangan minta lagi”. Tobi mengulurkan coklat pengganjal perut yang dia siapkan untuk perjalanannya. Nara menatap Tobi berkaca-kaca, jarang-jarang cowok ini se-dermawan ini.  Sebagai seorang cowok, Tobi cukup pelit. Nggak heran kalau dia jarang punya pacar dengan durasi lebih dari tiga bulan.
“ Tengkyu bos”.

Tobi memandang Nara malas, “ Biasa aja kali”. Tobi tersenyum simpul lalu kembali menggunakan handphonennya. Beberapa menit berlalu dengan Tobi membaca sambil mendengarkan lagu dan Nara menghabiskan coklat. Cukup begini saja, duduk sebelahan dengan Tobi, Nara sudah bahagia. Cinta memang sesederhana ini.

Beberapa kali Nara mengganggu konsentrasi Tobi, sepertinya Nara benar-benar memanfaatkan sisa waktunya bersama Tobi. Meskipun sebal, Tobi meladeni Nara juga. Nara yang berceloteh tentang apa saja. dia tidak mau membiarkan Tobi tertidur karena masih banyak hal yang ingin ia ceritakan. Nara berdoa dalam hati, kereta ini akan membawa mereka ke sebuah tempat yang tak berujung. (bersambung)

Sabtu, 23 April 2016

Cerbung : 12 Jam #part1


Nara berlari sekuat tenaganya, meskipun udara di paru-parunya terasa menipis, dia tidak peduli kalaupun harus pingsan sesampainya di kereta. Pokoknya dia tidak boleh terlambat naik kereta.
            Karena terlalu deg-degan, Nara tidak ahal Stasiun masih 2KM lagi. Waktu sudah menunjuk 05:45 yang artinya 15 menit lagi keretanya datang. Tidak ada waktu untuk menunggu tumpangan, Nara memutuskan untuk menempuhnya dengan berlari. Apapun yang terjadi, Nara harus bisa naik kereta yang akan membawanya ke kota Gudeg, Yogjakarta.
            Yogjakarta, Kota yang yang diidam-idamkan Nara untuk berkunjung. Namun, meski dia sangat ingin pergi kesana, Jogja bukan itu alasan dia harus bangun shubuh dan berangkat ke stasiun yang berjarak 35 KM dari rumah. Bukan untuk berwisata seperti yang diidam-idamkannya, ataupun kuliah. Karena Nara sudah berkuliah di Universitas swasta di Banyuwangi. Juga bukan karena ada bazar buku besar-besar yang mematok harga 10.000 dari penerbit favorit Nara, tapi karena…Dia.
            Nara berhasil menapakkan kakinya ke kereta tepat ketika suara peluit petugas berdenging nyaring, ketika beberapa orang sudah duduk di bangku mereka dengan manis. Dan suara “Guzessss…Guzeessss…” yang mulai bergerak. Nara berusaha memperbaiki nafasnya yang terengah-engah, paru-parunya terasa kering, namun dia masih tersenyum begitu melihat Tobi, cowok yang sedang duduk di sebelah carrier dengan headset di kedua telinganya. Iya, Cowok itu. Alasan Nara berangkat ke Jogja dengan uang tabungan yang pas-pasan dan minim pengalaman.
            “ aku mau ke Penang”. Kata Tobi, ketika Tobi dan Nara duduk di bangku kantin kampus. Nara mengalihkan perhatiannya dari cola yang sedang dia teguk, pada Tobi yang terlihat tersenyum namun menyembunyikan kekalutan.
 Dengan polos Nara memfokuskan diri pada Tobi.” Penang itu dimana? Flores? Bali?”.
Tobi menyesap batang rokok lalu menghembuskan asapnya asal. Kebiasan Tobi yang tidak disukai Nara, merokok di sembarang tempat. Sambil terbatuk-batuk Nara mengibas-ibaskan asap rokok Tobi yang mengganggu dirinya. “ Penang itu Malaysia dodol”. Ejek Tobi, Nara berbeda dengan Tobi yang hobi travelling. Hampir seluruh hidupnya dihabiskan di rumah, paling jauh dia hanya ke malang, itupun karena ada pelatihan kependidikan anak usia dini. Selain kuliah, Nara adalah seorang guru PAUD.
“ Malaysia?”.  Nara melotot, Tobi memang suka travelling. Sekitar 60% bagian Indonesia pernah dia kunjungi, tapi keluar negri ini untuk pertama kalinya. “ Travelling lagi?”. Ada nada kecewa dalam pertanyaan Nara, karena itu artinya dia akan kehilangan cowok itu lagi. Susah signal, males ngehubungin, nggak punya paket data, dan alasan-alasan lain yang membuat Nara tidak bisa menghubungi Tobi. Yah meskipun seminggu atau dua minggu saja, tapi tidak ada kabar dari Tobi sebentar saja hidup Nara bisa berantakan. Badmood,Unmood,baper..dan penyakit kejiwaan lainnya.
Tobi adalah sahabatnya, sahabat yang dia cintai diam-diam. Cowok yang bisa membuat Nara bahagia meski duduk santai di kantin dengan dua cola dan asap rokok. Tobi sahabatnya sejak pertama masuk bangku kuliah, mereka akrab semenjak Tobi meminjam buku catatan, hingga akhirnya mengerjakan tugas bersama, bertengkar, saling mengejek, saling curhat dan akrab. Cowok yang hanya bisa Nara cintai diam-diam, karena alasan klasik. Nara tidak mau hubungannya berubah karena ketidaknyaman Tobi kalau dia tahu perasaan Nara. Sama halnya dengan Nara, Tobi menjadikan Nara sahabat terbaiknya.      
Mendengar Tobi akan pergi lagi,perasaannya mendadak hampa. “ berapa lama?”. Tanya Nara masih kaget,“oleh-oleh ya..”. Nara berusaha untuk tidak terlihat sedih. Menyisipkan senyuman palsu, dan menahan berat di dadanya.
Tobi tertawa pelan, “ Oleh-oleh? Aku nggak travelling di sana, tapi kerja, ya kerja sekaligus travelling sih..ya kira-kira setahun,dua tahun…”. Tatapan Tobi terfokus ke udara. Nara menatap Tobi seksama, memperhatikan apakah dia sedang bercanda atau sungguhan. “ aku udah mempersiapkan diri udah lama, paspor-ku baru jadi kemarin. Aku pengen mengexplore Malaysia dan Brunei”. Jelasnya, membuat Nara yakin kalau Tobi sedang tidak bercanda.
“ Kapan?”. Tanya Nara yang menggantung di udara.                                                           
“ bulan depan”. Tobi tersenyum, mematikan rokoknya ke asbak lalu meneguk cola miliknya. “ nanti aku bawain oleh-oleh kalau aku udah pulang, doain nggak Cuma bawa oleh-oleh..tapi juga istri”. Tobi mengacak rambut Nara yang hanya bergeming seolah tak bernyawa. Gadis itu masih mencerna semuanya pelan-pelan. Tobi akan ke Penang setahun atau dua tahun, yang artinya…mereka akan berpisah dan mungkin selamanya. Kemungkinan Tobi bertemu dengan bule cantik, sangat besar. Ditambah Tobi adalah tipe cowok yang suka dengan cewek-cewek cantik dan seksi. Berbeda dengan dirinya, yang jauh dari kata fashionable, yang tidak bisa membedakan Stiletto dan wedges,yang berfikir semua jenis celana dalam bentuk apapun adalah sama, Celana.
“ Oh,..”. Nara kehilangan semua kosa-kata yang pernah dia pelajari seumur hidup, Nara tidak punya ide untuk sekedar mengolok Tobi atau membuat lelucon.
“ aku pergi dulu Ra,..mau ke pak Jiwo yang mensponsoriku ke Penang”. Pamit Tobi, Nara hanya mengangguk seadanya. Nara memutuskan, mulai hari ini dia akan membenci pak Jiwo.

         
Nara kembali menggerakan kakinya ketika ada penumpang kereta lain yang ingin melewatinya. Nara memilih untuk berjalan maju, menghampiri Tobi yang duduk sendirian di dekat jendela entah sedang mendengarkan lagu apa. Nara mengabaikan ekspresi tak percaya Tobi saat dirinya menaruh ranselnya di bak atas. Nara duduk di depan Tobi begitu tasnya sudah diyakini nyaman di atas. Nara tersenyum, sepertinya Tobi masih belum sadar sepenuhnya kalau gadis di depannya adalah Nara. Sahabat terbaiknya. 

Kamis, 21 April 2016

Tour of #HAPPINESS_PROJECT : Menurutmu bahagia itu apa? #1



Happiness, everybody can define based on what they feel and know,..maybe it would be different, but it doesn't matter,..

Setiap orang bisa mendefinisikan apa itu bahagia, Bahagia bisa didefinisikan berdasarkan kondisi yang sedang mereka alami. Biasanya, bahagia mereka artikan sebagai kebalikan apa yang mereka rasakan saat itu, atau harapan yang mereka ingin wujudku, tapi bisa jadi bahagia adalah rasa syukur dengan apa yang sedang dialami atau miliki.

the first one i wanna to ask is,...me.
a simple happiness depend on me is,....

Bahagia itu, ketika kita merasa tenang dan cukup.

ya, bagiku, memiliki banyak hal tidak menjamin seseorang akan merasa bahagia. aku pernah berada di situasi, aku memiliki semuanya, aku memiliki hidupnya yang sempurna, orang tua yang baik, harta yang berkecukupan, teman-teman yang menyenangkan dan pacar yang setia. what else? seharusnya aku bahagia bukan? faktanya, aku tidak merasa bahagia, anggap saja aku kurang bersyukur, aku berusaha menerima dan bersyukur tapi ada rasa gelisah yang menghantui setiap hari. aku merasa tidak tenang,..

aku juga mengenal seseorang yang menurutku sudah memiliki segalanya, harta yang berlebihan dan keluarga yang sempurna, tapi dia selalu saja merasa kurang, mencari dan terus mencari , tidak bisa menikmati hidup karena dia terlalu takut apa yang dia miliki bisa berkurang.

bahagia itu sederhana, kalau kita bisa menikmati kesederhanaan, merasa cukup dan merasa tenang.

Bagiku, cukup dengan kamu disisiku, bersama buku dan kopi, bicara banyak hal tentang perjalanan di tepi pantai dan senja,..sudah membuatku bahagia. jangan lupa mencariku kalau sudah pulang nanti, nata...


Senin, 18 April 2016

Surat untuk Nata : What if...



Hi Nata,...
apa kabar?
masih sering merindukanku? atau masih bersenang-senang dengan dia...?

Kamu tahu Nata apa yang kamu cari dalam hidup?
kamu pernah menjawab, kebahagiaan dan ketenangan jiwa- lah yang kamu cari.
dan bagaimana jika, kebahagiaan dan ketenangan jiwa-ku adalah kamu?
haruskah aku pergi mencarimu?

Nata,..aku tahu,..
duniaku dan duniamu sesuatu perbedaan yang berjalan beriringan, memahamimu sama sulitnya seperti bangsamu memahami bangsaku, perempuan, tapi aku masih sering penasaran, apakah kamu pernah memikirkanku seperti aku yang selalu memikirkanmu? seperti yang dilakukan betina ketika sedang jatuh cinta,..

Nata, bagaimana jika,..
kamu satu-satunya tempat yang ingin aku singgahi seumur hidup? satu-satunya tempat yang hanya bisa aku lihat dari jauh tanpa ingin beranjak dan mencari tempat lain, haruskah aku menunggumu datang menjemputku dan memasuki duniamu bersama-sama?

Nata, bagaimana jika,..
kamu satu-satunya yang ingin aku sentuh, mengingat, betapa aku merasa tabu pada makhluk sebangsamu.

Nata, Bagaimana Jika..
kamu satu-satunya yang aku inginkan untuk menemaniku menyeduh teh di pagi hari setelah hari yang panjang dan malam yang menenangkan, duduk bersama pada kursi kayu, dengan teh beraroma kayu manis, bicara tentang hal-hal yang bisa membuat kita tertawa.

Nata, Bagaimana Jika,.
kamu sosok yang aku inginkan untuk mendekap tubuhku yang mengigil ketika hujan datang, merasakan hangatnya dekapmu, dan mendengar detak jantungmu sambil terlelap.

Nata, bagaimana Jika,..
kamu satu-satunya yang aku inginkan untuk mendengar ceritaku tentang anak-anak, dua anak kecil laki-laki yang akan memanggilmu ayah. atau satu anak perempuan? akan aku ceritakan padanya, tentang dirimu yang membuatku jatuh cinta hingga menggebu-gebu.

Nata, bagaimana jika,..
kamu satu-satunya yang aku inginkan mengenggam tanganku ketika aku gelisah, ketika kita berjalan di keramaian, ketika kita berjalan dikegelapan. ya, aku ingin bersamamu bahkan disaat tergelap, menemanimu tanpa lelah , mengusap keringatmu, mendengarkan desahanmu, menjadi tempat bersandarmu ketika kamu lelah.


Namun, Bagaimana Jika,..
aku bukan yang kamu inginkan?

Nata,..
bagaimana jika...

Minggu, 10 April 2016

SEPOTONG MARSHMALLOW : PART II

Dania meremas lipitan rok seragamnya. Tatapan matanya tidak bisa berpaling begitu saja, jantungnya berdegub lebih keras dan lututnya tiba-tiba terasa ngilu. Meski begitu, dia tidak bisa pergi begitu saja, ada rasa yang menyuruhnya untuk tetap tinggal dan menunggu Damar menyadari kehadirannya. 
“ oh, Jum?”. Damar melambai pada Dania begitu menyadari kehadiran Dania. Dania tidak kunjung merespon, dia mengerjap-ngerjapkan matanya, berharap hal ini tidak terjadi untuk kesekian kalinya.
“ hai…”. Sahut Dania datar. Biasanya dia akan mencak-mencak marah, setiap Damar memanggilnya Jum dari Juminten, kali ini dia tidak bisa berkata apapun.
“ mau pulang? Aku masih sibuk  nih, mau nunggu apa pulang duluan?”. Tanya Damar dari tempat duduknya. Dania menggeleng. Dia tidak mau membiarkan Damar berduaan dengan gadis itu terlalu lama, apalagi sampai mereka pulang bareng.
“ aku tungguin,..”. Dania duduk di bangku kosong dekat Damar.
“ ya udah”. Kata Damar lalu kembali sibuk dengan anak perempuan itu. Dania belum pernah melihat gadis bermata sipit dengan pipi chubby dan berambut lurus panjang ini sebelumnya. Apa dia anak baru?
“ kamu dijemput?”. Tanya Damar lembut pada anak itu, Dania hanya bisa mendengus di balik punggung Damar. Bahkan Damar tidak repot-repot menjelaskan siapa anak perempuan itu. Mau protespun dia tidak punya kuasa melakukannya. Aaah…
“ Nggak tahu, ayah nggak bales sms-ku, dia pasti lupa lagi deh”. Gerutunya, “ tapi nggak apa-apa kok kalau kalian mau pulang duluan”. Dengan manis, gadis bernama Angela itu tersenyum pada Damar dan Dania. Dania melirik pada Damar, ingin tahu reaksi Damar. Expressinya perpaduan antara cemas dan sok baik.
“ nggak apa-apa kok ngel,..kasian lo sendirian di sini, kita bisa nemenin”. Kata Damar, Dania masih lega karena Damar menyebut ‘kita’. “ anyway, lo laper nggak? Biasanya nih anak bawa makanan...Marshmallow”. Damar melirik Dania yang langsung membalas dengan  tatapan tidak terima, karena Marshmallow-nya tidak ingin dia bagi ke orang lain. “ kalau sekolah tidak membawa Marshmallow, dia bisa berubah jadi Hulk”. Mata Dania menyipit pada Damar yang mengejeknya barusan.
“ udah habis”. Dusta Dania dingin.
“ nggak kok, nggak apa-apa”. Angela terkikik kecil, melihat Ekspresi Dania yang tidak rela menyerahkan Marshmallow-nya. Angela menutup buku di depannya, lalu memasukannnya ke dalam tas. Dania tersenyum lega, akhirnya hari ini berakhir juga. “ aku pulang duluan kalau gitu”.
“ udah dijemput?”. Tanya Damar. Angela menggeleng.
“ bisa naik angkot”. Sahutnya santai.
“ gue anter aja, sebelum hujan..”. Damar memandang langit dari Jendela perpustakaan yang gelap. Dania menatap Angela dan Damar bergantian dalam hening. “ udah nggak usah sungkan, Dania bisa nunggu sebentar”. Damar menoleh Dania, “ iya kan jum?”. Tanyanya pada Dania, Dania langsung memasang wajah angker.
“ Jum???” 
“ yuk..”. Damar menarik lengan Angela, Angela masih menatap Dania ragu  . sadar akan tatapan tidak enak pada dirinya, Dania memaksakan diri untuk tersenyum.
“ nggak apa-apa kok ngel, biar Damar anterin, nggak lama kan?”.
“ ya udah deh, baik-baik di sini ya Dan”. Kata Angela, Dania mengangguk. Damar menarik lengan Angela keluar perpustakaan, mengabaikan Dania yang masih berharap Angela pulang sendiri bersama bapaknya.
“ dia udah biasa sendirian, dia cewek strong, kadang dia itu…”. Suara Damar menghilang di pintu keluar. Dania hanya menatap pintu keluar kosong. Ada yang sakit, tapi tidak berdarah. Dania ingin menangis, namun air matanya tidak bisa keluar. Rasanya perih, meski ini bukan yang pertama kali, rasa sakitnya naik satu level setiap patah hatinya terulang.
1 jam, 2 jam,3 jam,…Damar tidak kembali, sekolah sudah benar-benar kosong, namun Damar tidak kembali. Dania menangis sejadi-jadinya, bukan karena takut sendirian atau pulang kebasahan karena hujan deras, namun untuk kesekian kalinya Dania dilupakan oleh Damar.
Dania membuka pintu minimart, pikirannya sudah mulai kosong karena terlalu lelah untuk berfikir atau memikirkan apakah Damar melupakannya atau dia terjebak hujan dan tidak bisa menjemput Dania. Tapi , sebelumnya meskipun hujan Damar tidak pernah tidak menjemputnya. Kecuali,..ketika dia sedang bersama anak perempuan. Dania tersenyum miris, herannya, dia masih mengharapkan cowok itu.
“ Dania!”.
Air mata Dania nyaris tumpah lagi, ketika dia merasa mendengar suara Damar. Benarkan dia mulai Gila! Dania benar-benar butuh Marshmallow sebelum dia berteriak-teriak di tengah hujan sambil meneriakan nama Damar. Buru-buru Dania memasuki Minimart dan mendapatkan sebungkus Marshmallow-nya.
“ Tunggu!”. Sesuatu yang dingin menyentuh tangannya. Dania buru-buru mengecek apa yang dia sentuh barusan. “ bener kan dugaanku kamu disini”. Dania bertanya pada dirinya sendiri, apakah dia sudah gila? Dia bahkan melihat Damar di minimart ini, dengan hoodie yang sudah basah kuyup, sesuatu yang tidak mungkin dilakukan oleh Damar untuknya. Hujan-hujanan. Air mata Dania sukses tumpah, dia benar-benar sudah gila.
“ kok nangis sih Jum?!”. Tubuh Dania ditarik keluar Minimart. Namun tangis Dania tidak kunjung berhenti. Dania tidak bisa melihat dengan jelas karena air mata yang membanjiri wajahnya. “ dasar cengeng…”. Ejek Damar. Damar menangkupkan kedua tangannya di pipi Dania, membuat gadis itu tidak punya pilihan selain menatap cowok di depannya. Dania meraba pipinya, ada tangan dingin disana. Dania sadar, dia belum segila yang dia kira. Ini sungguhan tangan…Damar.
“ ngap..ngap..pain..kamu di sini?”. Tanya Dania sambil sesenggukan.
“ badan kamu panas, kamu sakit?”. Damar menyentuh kening Dania yang basah karena hujan. Damar mengajak Dania minggir dan mengambil payung yang tadi ditinggalkan Dania di depan Minimart.
“ Damar..kamu ngapain di sini?”. Ulang Dania penasaran.
“ kamu ngapain nangis di sini? Habis berantem? Berantem sama siapa? Sini kasih tahu orangnya “. Damar menggulung lengan bajunya. Dania tertawa kecil, Damar memang paling bisa membuatnya tertawa di saat apapun. Hal-hal kecil yang membuat Dania lupa kenapa dia menangis lima menit yang lalu.
“ kamu..”. jawab Dania pelan. Lalu tertawa kecil.
“ masa aku berantem sama diri sendiri sih jum…”. Damar pura-pura merajuk. Mata Dania mulai berkaca-kaca, “oke..oke..iya maaf”. Kata Damar akhirnya, mengakui kesalahannya. “ tadi aku nyari sesuatu makanya balik ke sekolahnya terlambat..”.
“ nyari apa?”.
Damar merogoh sesuatu dari tas-nya, sebuah toples. Kembali Dania berkaca-kaca. “ Angela itu anak Om Samuel, kakaknya ibu. Dia baru aja masuk ke sekolah kita, jadi aku harus bantuin dia, aku nggak mau dia ngadu yang macem-macem tentang aku di sekolah, makanya aku sok-sokan bantuin dia mencari bahan belajar di perpustakaan”. Jelas Damar sambil mengulurkan toples di tangannya. “ kamu bilang Marshmallow-mu habis kan?”.
Dania kembali menangis, kali ini tangis berbeda, bukan tangis sesak melainkan tangis terlalu bahagia. “ kok nangis lagi sih Jum?”. Damar mengacak-acak rambut Dania.
“ Maafin aku Damar…”. Kata Dania sambil menangis histeris.
“ Maafin aku juga,..udah buat kamu nunggu lama”. Kali ini Damar membelai kepala Dania lembut. “ Jadi kamu cemburu?”.
“ cemburu apa?”.
“ cemburu sama Angela,..”.
“ Nggaak”.
“ bohong”
“ nggak “
“ iya deh nggak,..ayo pulang nanti kamu sakit”. Damar merangkul Dania di bawah payung pelangi, Dania memeluk setoples Marshmallow termanis sedunia. Jatuh cinta itu ketika kamu tertawa sedetik setelah menangis karena orang yang sama. Sama seperti mengunyah Marshmallow, manis dan asamnya lumer di mulut bersama-sama. Selamanya Dania akan jatuh cinta pada asam manisnya Marshmallow dan juga pada Damar pemanis dan pemberi asam dalam hidupnya.
“ tumben ujan-ujanan? Cuma nganter ini doang buat aku? Kamu manis banget sih”.
“ banget lah…”.


Jumat, 08 April 2016

SETOPLES MARSHMALLOW : #PART 1

            



            Dania mengunyah Marshmallow terakhir di dalam toples, stock terakhir yang dia punya malam ini. Dia mengangkat toples bening berukuran 1 kg itu tinggi-tinggi, berharap akan ada Marshmallow yang tersisa. Dania mendesah, dia kehabisan Marshmallow untuk kesekian kalinya, ketika kondisi hatinya sedang hancur-hancurnya.
            Dania menghela nafas, mengusap air mata yang mengering , menyisakan sisa sembab di kelopak mata dan juga ingus. Dania meraih kotak tissue yang juga sisa selembar. Dia mengerang sebal. Lagu – lagu pilu terdengar nyaring dari Radio, seolah menertawakan Dania yang sedang patah hati untuk yang kesekian kalinya. Kesal, Dania melempar Radio dengan kotak tissue sampai terguling dan terjatuh dari meja, namun lagu ‘Ekspetasi’ dari Kunto Aji tidak kunjung berhenti, masih tetap terdengar meski samar-samar.
            Dania bangkit dari ranjangnya, menarik hoodie dari bahu kursi belajar , lalu keluar. Dia harus membeli sebungkus Marshmallow , sebelum gila.
            Ini bukan patah hati yang pertama, ini adalah patah hati yang kesekian kalinya. Dania bahkan tidak bisa menghitungnya. Hanya, setiap kali patah hati, Marshmallow adalah moodboster terbaik yang bisa menyelamatkan mentalnya dan meredam luka di hatinya. Dania menggambil payung, memakai sandal Swallow lecek kesayangannya dan hendak berjalan keluar rumah.
“ kemana sayang?”. Teriak Bunda dari dapur, begitu melihat kilatan Dania menuju pintu depan.
Minimart”. Sahut Dania seadanya ,lalu menutup pintu. Dania seperti bukan Dania. Dania berubah menjadi pendiam dan dingin, tidak ada kata apalagi senyuman, Mood-nya benar-benar buruk.
Dania menatap langit yang mengguyur begitu derasnya, air di teras rumahnya sudah mengembung sampai di atas mata kaki, namun Dania masih melanjutkan tekadnya untuk membeli sebungkus Marshmallow ke Minimart yang berjarak satu kilo dari rumahnya. Dalam keadaan normal, Dania tidak akan hujan-hujanan demi sebungkus Marshmallow apalagi ditambah banjir, hanya masa-masa tertentu yang mendorongnya, dan kali Ini semua gara-gara Damar, sahabatnya yang dia cintai diam-diam.
“ Damar mana?”. Tanya Dania pada Joko saat pulang sekolah, teman sekelas Damar. Preman nyentrik, salah satu anak buah Damar.
“ DI PERPUSTAKAAN COYYYY”. Sahutnya lantang, padahal jaraknya hanya 2 meter dari Dania. Dania mendengus sebal , telinganya berdenging karena suara Joko yang tidak merdu, terdengar sangat keras.
“ biasa aja kali ngomongnya”. Sungut Dania sambil berjalan menjauh. Tumben Damar ke perpustakaan. Pegang buku saja dia bisa alergi, apalagi memasuki ruangan penuh buku seperti perpustakaan, bisa pingsan kali. Tidak mau berfikir panjang, Dania langsung berlari kearah perpustakaan, langit mendung pekat, dia tidak mau pulang hujan-hujanan.
            “Dam…”. Mulut Dania langsung terkatup begitu melihat Damar,..dan seorang anak perempuan. Dia terlihat sedang menemani anak perempuan itu mencatat entah dari buku apa. Mereka sepertinya sedang sibuk, belum pernah Dania melihat cowok ber-anting satu itu, seserius ini. 
(bersambung)

Senin, 21 Maret 2016

CINTA ITU. . .




CINTA?
 jangan pernah bertanya tentang hal itu pada orang patah hati, atau orang patah hati lah yang paling tahu apa itu cinta...
bukankah hati yang pernah patah berarti hati itu ada??
jika kamu bertanya apa itu cinta padaku, jawabannya kurang lebih seperti apa yang aku rasakan saat ini...atau apa yang sedang dirasakan beberapa orang di sekelilingku.

Cinta itu,..
ketika kamu sedang berada di pantai, menatap birunya laut dan langit yang menyatu, aku mengharap dia ada di dekatmu duduk bersamamu di atas pasir putih yang menyaru..

Cinta itu,...
ketika kamu sedang berdiri di atap gedung, dengan gelas cantik di tanganmu dan pemandangan gemerlapnya malam, kamu berharap dia ada di sisimu, bicara tentang laut dan langit , tertawa bersama dan menghabiskan malam hingga lelah.

Cinta itu,...
ketika kamu sedang makan-makanan enak, dan kamu berharap dia ada di sisimu, menyantap bersama makanan dan melihatnya tersenyum senang.

Cinta itu,...
ketika kamu berada di tempat yang indah, kamu berharap dia ada di sisimu, menggenggam tanganmu, dan melihat apa yang sedang kau kagumi saat itu, menganggumi bersama-sama keindahan yang ada di hadapanmu.

Cinta itu,...
ketika kamu sedang sibuk bersenang-senang bersama teman-temanmu, tertawa dan gembira, namun di sisi lain, kamu merindukan dia yang entah sedang melakukan apa, dari lubuk hati terdalammu, kamu takut dia kesepian.

Cinta itu,...
sejauh apapun kamu pergi, kamu seperti meninggalkan sesuatu yang membuatmu ingin cepat kembali..

Cinta itu,...
hanya ilusi.

Sekian.

Rabu, 02 Maret 2016

Katanya atau kata hati (?)

Katanya,Gak baik terlalu pilih-pilih pasangan hidup,asal ada yang mau,udah. Gak perlu mikir ini itu,Yang penting Nikah cepet.
Faktanya,aku tidak banyak memilih pasangan hidup,aku menerima yang katanya mau,dan akhirnya dia pergi karena aku dan dia tidak cocok. Banyak hal yang akhirnya menjadi alasan kami berpisah. Aku menyakitinya,dan membuatnya lelah dengan jalan fikiranku yang tak sejalan dengan dia.
Katanya,jangan terlalu selektif, nanti malah gak laku. Yang penting ada yang baik,udah.
Faktanya,aku pernah memilih orang yang katanya baik,yang katanya terbaik untukku, dan orang tersebut berubah jahat dengan berjalannya waktu kami bersama. Alasannya,karena sifatku yang menyebalkan.
Katanya,cinta bisa berjalan seiring waktu,cinta bisa kadaluarsa,gak perlu nyari yang bikin deg-degan,yang penting tulus,udah.
Faktanya,kami berpisah karena tidak ada cinta yang belum kadaluarsa, Akhirnya ketulusanpun tidak ada artinya,lebih hambar dari cinta yang kadaluarsa.
sekarang,aku ingin memilih,memilih yang sesuai dengan hatiku. Yang tak akan aku sakiti lagi,dan membuatku berdebar. Aku ingin memilih,memilih yang aku cintai tanpa alasan dan memelukku lebih erat ketika aku memeluknya. Aku ingin memilih,memilih takdir yang ada di depan mata,yang Sedang Tuhan tunjukan padaku skenario terbaiknya. Aku ingin memilih...takdirku sendiri,kali ini.

Senin, 01 Februari 2016

Hello Love Month February



Rasanya baru kemarin tahun baru, sekarang udah tanggal 1 February. Bulan dimana kata orang penuh-penuhnya cinta.
selamat buat kamu yang punya pasangan di bulan ini, dan turut berduka cita kepada kamu yang punya pasangan tapi tidak peka. :P

memang, kita tidak harus merayakan apa yang mereka sebut-sebutkan, Valentine?. yang katanya adalah seorang pejuang cinta dari Yunani dan meninggal di tanggal 14 bulan february. Merayakan Valentine bukan berarti kita merayakan kematian seseorang, bukan berarti kita pindah agama, bukan berarti kita ikut-ikutan trend. Menurutku, Merayakan Valentine sah-sah saja selama catat "tidak merugikan orang lain, dan membuatmu merasa gembira". Bukankah, tujuan kita hidup adalah bergembira? jadi selama itu membuat hatimu bergembira garis bawah tanpa melukai orang lain (kecuali, melukai perasaan jomblo yang iri melihat kebahagiaan kalian) sah-sah saja kamu merayakan apa itu hari kasih sayang.

Biasanya, moment ini digunakan untuk para pasangan membuat pasangannya bahagia, dengan memberikan kado atau sekedar jalan-jalan kecil di pinggir jalan. Meskipun, sebenarnya bisa dilakukan di hari-hari biasa, tapi tidak ada salahnya kalau kita merayakan bersama orang banyak kan? sama halnya mematik kembang api di malam tahun baru bersama orang banyak, tentu hal sederhana ini lebih menyenangkan jika dilakukan bersama-sama. Moment ini juga biasanya digunakan untuk menarik hati gebetan, memberi kode-kode apalah-apalah dan berusaha mencuri-curi perhatian. karena memang akan sangat menyenangkan ketika bisa melalui bulan penuh cinta ini dengan orang yang kita cintai. Moment ini bukan tidak ada artinya untuk para jomblo, tentu hal ini dimanfaatkan para jomblo untuk ketemu jomblo akhirnya jadi nggak jomblo. :D selama kalian bahagia, lakukanlah..dengan mengingat batasa-batasan yang seharusnya kalian sudah tahu. #if you know what imean

kalau ditanya, apa aku pernah merayakan Valentine? Seumur hidupku, hanya satu kali 14 February yang sangat berkesan. ketika, 14 Februari 2009.

Saat itu, aku punya pacar, kami masih sama-sama kelas 3 SMA. pacarku itu adalah orang yang paling benci kapitalisme. Dia tidak menyukai Valentine, malah dia selalu bilang " kita tidak usah ikut-ikutan orang merayakan Valentine, Valentine itu mitos". Karena aku selalu menganggap apapun yang dia katakan adalah benar, jadi aku mengiyakannya saja. Jadi tanggal 13 Februari malam itu, kami hanya duduk-duduk di samping stasiun menikmati es krim dan melihat orang yang berlalu-lalang. Hingga besok paginya,...dia datang ke kos-ku dan membawakanku coklat dan bunga. Katanya, dia tidak peduli orang lain merayakan Valentine, dia hanya tidak ingin aku menjadi satu-satunya wanita yang tidak bisa merasakan hangatnya kasih sayang di Hari penuh cinta itu. Setidaknya, itu yang aku ingat...selebihnya dalam hidupku, aku menganggap Valentine itu mitos.

Sekian,..Happy Love Month February everybody, Hope your days were spread a lot of love.

Surat untuk Nata : Ticket to the moon



aku pikir, aku tidak bisa menjejakkan kakiku ke bulan. Ternyata tuhan masih mengijinkannya meskipun tiketnya harus ku bayar mahal.

Kamu tahu Nata, ketika pertama kali kamu mengajakku untuk nonton? apa kamu ingat?
kamu tahu betapa bahagianya aku ketika kamu mengirim pesan singkat dan menawarkanku sebuah ticket ke Bulan, apa namanya, sebuah tempat di sisimu kalau bukan Bulan?
maksudku, sebuah tempat tepat di sebelahmu. Sebuah tempat yang tidak mudah untuk aku jangkau tanpa tiket atau Apollo.

 Kamu dengan berjuta alasan mengajakku nonton berdua. Meski status kita sebagai teman, aku tidak pernah merasa sebahagia ini, ketika temanku yang lai menawarkanku tiket bisokop.

Sebuah kesederhanaan yang membuatku merasa bahagia. Aku tidak tahu apa alasan tuhan membisikanmu dan memintamu untuk mengajakku pergi menonton. Tanpa memikirkan banyak hal, aku mengiyakan ajakanmu.

ini pertama kalinya, dan aku tidak berharap ada yang kedua. Karena, aku takut Tuhan marah jika aku serakah. Aku yang tidak bisa menahan diri, dan memilih bahagia duduk di sampingmu. hanya sekali, tidak perlu dua kali, aku mensyukuri 2 jam yang berharga ini.

aku masih meyakinkan diri, bahwa kita hanya berteman. Kamu juga mengajakku, karena aku satu-satunya temanmu yang punya waktu. Ya, dua teman menonton bersama. se simple itu.

dua jam, aku duduk di sampingmu, menonton film yang bahkan aku tidak tau apa , yang soundtrack-nya selalu mengingatkanku tentang 2 jam itu. Memilih duduk di sampingmu selama 2 jam di dalam bioskop. Di tengah keremangan, aku masih bisa melihatmu bernafas dua kali lebih cepat. Entah hanya imajinasiku saja, aku melihat sudut matamu melirik padaku. aku duduk di sampingmu, sengaja menyentuh lenganmu, agar aku bisa menyerap hangat tubuhmu, karena Ac yang tepat di atasku terlalu dingin.

selama dua jam, kadang kita bertengkar karena berebut lengan kursi yang hanya satu, kita tertawa bersama ketika ada adegan lucu, dan kamu yang mengejekku karen aku menangis ketika adegan sedih. Aku sudah merekam 2 jam berharga bersamamu Nata. jadi jangan heran, mengapa aku bisa ingat setiap detailnya.

Hi,Nata kapan kamu memberiku Tiket ke bulan lagi? iya maksudku, di sampingmu.



Selasa, 26 Januari 2016

Surat Untuk Nata : Teman.

Hei Nata, Yang sedang pamer foto kabut di Bromo.
kamu sengaja bikin aku pengen datang kesana? atau cuma mau ngingetin kalau ada janjimu ketika kabut datang nanti?
kepalamu sudah diijitak Tuhan belum?
tapi, mengapa masih belum ada kabut disini :(?

Aku berharap kabut juga cepat datang disini, agar kamu datang dengan lensamu. Lalu, tolong bawa aku pergi bersamamu setelah itu, kemana saja...asal sama kamu.
disini begitu banyak kepalsuan, aku mulai muak. Entah, Mereka yang palsu atau ekspetasiku tentang mereka yang berlebihan?

Aku pernah bilang padamu, dulu, ketika kita duduk berdua di bangku kayu di tengah keramaian sedang menunggu es kacang hijau pesananmu. kalau aku tidak punya banyak  teman, aku hanya punya sedikit teman dekat. Dan kamu bertanya "aku teman apa?". Dengan setengah salah tingah aku menjawab " Teman...dekat". Dan kamu hanya tersenyum simpul. Aku tidak tahu apa yang ada di kepalamu saat itu, dan ekspetasiku saat itu mulai berlebihan.

waktu itu aku bilang, aku hanya punya satu teman perempuan yang aku anggap sebagai "teman", Kamu tahu mengapa aku sungguh-sungguh menganggapnya sebagai teman? Semua orang menganggapnya orang yang buruk,jahat,..apalah,apalah. Tidak ada orang yang menyukainya, tapi aku menyukainya dan menjadikannya sebagai teman. Kamu tahu Nata alasannya? Karena dia sangat jujur. Dia tidak bisa menyembunyikan emosinya. Dia akan marah-marah jika dia marah, dia akan memaki jika ada yang salah yang menyakiti perasaannya, dan dia akan mengatakan apa yang ada di otak dan hatinya. Awalnya, aku juga tidak menyukainya, karena sifatnya yang keras kepala dan mudah marah, tapi di sisi lain, dia adalah anak yang pantang menyerah dan pendengarku yang baik. Dia tidak pernah mengeluh meskipun harus menyetir Banyuwangi-jember,jember-Banyuwangi untuk menemaniku yang saat itu sedang stress. Dia tidak pernah pamrih apapun yang dia lakukan, dan dia tidak pernah bersikap pura-pura manis di depanku untuk membuatku mengganggapnya orang baik. Dia terlalu apa adanya, Itulah, mengapa aku suka menjadi temannya.

Sama seperti kamu Nata, Banyak yang bicara keburukanmu di depanku, bahkan kamu sendiri bilang kamu bukan orang yang baik. Tapi, kamu adalah orang yang jujur di mataku. Kamu tidak pernah bicara manis di depanku untuk membuatku senang, malah sebaliknya. Kamu selalu menjadi apa adanya di depanku. Selalu bicara pedas dengan gayamu, Tapi memberiku banyak arahan. kamu selalu bilang " kamu itu masih polos,..". malah kadang kamu menyebutku " anak kecil...". Kamu yang selalu mengajariku bagaimana menjaga kesehatan dan mengingatkanku bahwa mengutamakan kesehatan itu penting. Kamu yang selalu bertanya masalahku apa? lalu membuatku bercerita dengan air mata menderu. kamu yang sering mengomeliku karena kecerobohanku lalu mengajariku bagaimana melakukan banyak hal dengan benar. Kamu yang selalu seenaknya, lalu mengalah untukku...
Nata, apa ekspetasiku menyebutmu orang baik berlebihan?





Minggu, 24 Januari 2016

LET GO!


Hi Nata,
apa kabar? Masih suka menunggu kabut datang? atau sedang menunggu hujan reda?

Pertemuan dan perpisahan itu semacam jodoh yang tidak pernah lepas, mereka berdua terikat dalam tali kuat yang disebut takdir dan panjang tali itu ditentukan oleh waktu. Nata, apa kamu pernah patah hati?

dalam hidupku, aku bertemu dengan banyak orang dan berpisah dengan mereka, entah dengan cara baik, buruk atau sekedar menghilang. Sama dengan hal-nya jatuh cinta, aku jatuh cinta berkali-kali, patah hati berkali-kali, bertemu dengan orang baru lalu jatuh cinta lagi, patah hati dan bertemu orang baru lagi. Aku jatuh cinta, lalu patah hati, lalu aku melupakan mereka. Begitu mudah bukan aku melupakan orang yang membuatku jatuh cinta?

sama halnya dengan dia , aku akan melepaskannya. Nama yang sering aku ceritakan pada Tuhan dan padamu...iya dia.

bukan, bukan karena aku tidak menyukainya lagi, bukan karena tidak ada cinta lagi untuknya, tapi karena aku mulai sadar,..dia bukanlah seorang yang bisa aku terus peluk erat. dia masih sering melompat dari hati ke hati.
melepaskan nya, memang bukanlah hal yang mudah dilakukan, butuh waktu dan usaha, tapi aku bisa menunggu..ingat, aku punya daya ingat yang buruk, lama atau sebentar aku pasti bisa melupakannya, berbahagialah,...

Dia, yang aku pikir malaikat Tuhan yang sengaja dikirim untuk memenuhi isi otakku dan membuatku melupakan banyak masalah dalam hidupku. Dia, sosok yang membuatku tersenyum meski tidak melakukan apapun. Dia yang membuatku mengerti, tentang apa itu cinta dan patah hati. dia yang pernah menarikku dari kotak dan membiarkan aku sendiri di luar kotak. Dia yang mengenalkan aku tentang dunia,..
Nata, apa kamu cemburu?

aku melepaskannya, bukan karena aku ingin, tapi dia yang memintaku untuk pergi...
aku melepasnya, karena dia bukan lagi sosok yang bisa aku harapkan untuk terus hadir, lalu dengan seenaknya dia pergi, lalu kembali hadir dan pergi lagi...
aku melepasnya. karena aku sadar, seberapa lama aku menunggunya, dia tidak pernah mengharapkan aku yang hadir di sisinya...
aku melepaskannya, karena aku tahu, aku tidak bisa mengandalkannya...dia yang tidak ingin aku andalkan.

million reason why i should give him up,..Babe.

katanya, kita tidak akan berubah jika kita yang tidak ingin berubah, lalu jika kita ingin berubah,, kita pasti akan berubah bukan? sama halnya jika aku ingin melupakanmu, aku pasti bisa....melupakannya.

Hy Nata, patah hati apakah memang sesakit ini?
disini masih hujan,..






Kamis, 14 Januari 2016

Gejala Jatuh Cinta : Part II


CINTA ITU BUTA, kalau kamu tidak percaya tandanya kamu belum jatuh cinta.
iya, tidak ada cinta yang rasional, semuanya irasional, karena kamu bukan kamu lagi ketika jatuh cinta.

yakin kalau kamu sedang tidak cinta dengan buta kepada seseorang? coba cek!

Cinta buta itu, ketika kamu tahu segala keburukannya, bahkan kamu sendiri sadar dia tidak baik untukmu, tapi kamu masih mengharapkannya. Bukan karena kamu bodoh, tapi karena hatimu bergetar kearahnya dan otakmu tidak bisa berhenti untuk memikirkannya.

Cinta buta itu, ketika kamu sadar kalau kamu sedang dimanfaatkan, kamu tahu bahwa dia hanya membutuhkanmu kalau kamu sedang dibutuhkan, tapi kamu rela dimanfaatkan asal tetap ada interaksi dengan dia. Kamu hanya berfikir, selama bisa dekat dengan dia dalam kondisi apapun, kamu akan melakukan apapun. Seolah kamu dalam bawah sihirnya,...
atau kamu hanya berfikir, kalau kamulah satu-satunya orang yang bisa selalu mintai tolong, karena dia juga ingin berinteraksi dengan kamu, jadi dia selalu membutuhkanmu. (menghibur diri,sudah aku bilang cinta itu buta)

Cinta buta itu, seberapa banyak kamu dibuatnya patah hati olehnya, kamu selalu berfikir kalau dia obat terbaik untuk lukamu. Seberapa banyak kamu mencoba melupakannya, pergi sejauh-jauhnya, kamu akan menjadi orang tercepat berlari kearahnya ketika dia terluka atau kesepian. Dan kamu akan patah hati lagi, ketika dia tidak lagi kesepian dan kamu dilupakan, lalu kamu akan tetap datang padanya ketika dia kesepian.

Cinta buta itu, kamu tidak pernah berharap menjadi bagian dari hidupnya, kamu tidak berharap menjadi prioritasnya, meskipun hanya bisa menjadi batu kecil yang berguna untuknya, kamu sudah merasa bahagia.

Cinta buta itu, tidak peduli seberapa banyak orang yang menyukaimu, berjuang untukmu, selalu ada untukmu, berusaha membuatmu jatuh cinta pada mereka, kamu tidak bisa melihat mereka, karena kamu terlalu buta. Bukan gelap yang kamu lihat, tapi hanya dia. Sejuta kebaikan yang dilakukan orang mencintaimu tidak terlihat, dibanding secuil sikap manis yang dia berikan untukmu.

Cinta buta itu, ketika kamu tidak butuh siapapun, kamu bahkan tidak menginginkan siapapun disinimu, hanya memiliki dia, kamu sudah merasa cukup. Karena bagimu, dia adalah dunia yang cukup untuk bisa kamu tinggali. Kamu tidak butuh orang lain. Meskipun kamu bersama sejuta orang disisimu, kalau tanpa dia, kamu tetap merasa kesepian. Tidak butuh apapu, cukup duduk di sebelahnya, kamu sudah merasa bahagia.

Cinta buta itu, ketika kamu menunggu dia, meskipun kamu tahu dia tidak akan pernah datang.

Cinta buta itu, seberapa banyak dia membuatmu menangis, dia satu-satunya orang  yang membuatmu bahagia. otakmu termonopoli oleh dia, sehingga kamu tidak lagi melihat siapa dia, meskipun begitu banyak orang yang bilang dia tidak baik, kalau sudah cinta, kamu tidak akan peduli. makanya, cinta buta boleh, tapi harus pakai logika, agar tidak menyesal pada akhirnya.

Cinta buta itu, sama seperti cintaku padamu...Nata.


Selasa, 12 Januari 2016

Gejala JATUH CINTA : #part1



"Tidak, aku tidak sedang Jatuh Cinta ", kataku. Dan hatiku mulai menyuarakan hak-nya untuk bicara.
" Yakin?".
" Yakin". Jawabku tegas.
mending cek dulu gejalanya di bawah ini, baru ngomong dengan lantang kalau kamu sedang tidak jatuh cinta...

benar atau salah, semakin kamu menyangkal, paru-parumu akan semakin terikat dan membuatmu sulit bernafas...

1. Cemburu
cemburu adalah gejala yang menunjukan kalau kamu sedang jatuh cinta.
" tidak, aku tidak cemburu, aku hanya terbawa suasana saja". sahutku. Terbawa suasana cinta maksudnya?. "eh?".
kamu merasa cemburu, ketika dia tidak berada di sisimu, ketika dia menghilang tanpa kabar dan kamu mulai berfikir, mungkin saja dia sedang bersama perempuan lain. Meskipun kalian hanya teman sekalipun, cemburu tidak bisa dihindari. Kamu cemburu, kamu takut ada anak perempuan lain yang lebih menyenangkan darimu yang saat ini sedang menemaninya.
" aku tidak berfikir begitu". kilahku, Jangan bohong kamu anak muda!.

2. Nyaman
perasaan nyaman yang diam-diam hadir, seolah bersamanya kamu tidak membutuhkan siapa-siapa. Tidak peduli, dia adalah seorang penakut yang tidak bisa melindungimu atau bahkan dia orang jahat yang siap menerkammu, tapi namanya kalau sudah nyaman, mau bilang apa?. Karena hati bekerja lebih semangat dibanding otak ketika bicara rasa cinta.
tidak perlu bunga atau es krim, cukup berada di dekatnya, kamu sudah merasa senang. Dan biasanya, rasa nyaman itu akan naik levelnya, dari cukup nyaman, nyaman, sangat nyaman dan terlalu nyaman hingga akhirnya takut kehilangan.
*mikirkeras.

3. Patah Hati
bukankah patah hati adalah pertanda jika hatimu berfungsi, Hatimu akan biasa saja ketika teman laki-lakimu punya pacar, tapi hatimu akan remuk hanya karena kamu tahu ada anak perempuan lain yang sedang menyukainya.
" Um...mm".
masih nyangkal nggak sedang jatuh cinta?
semakin sakit yang kamu rasakan, semakin besar cinta yang kamu pendam. Udah mulai perih belum?

4. Kangen
" semua orang bisa kangen kan? entah sama orang tua, sodara, teman..".
lebih deg-degan mana ketika kangen sama orang tua, sodara, teman...atau gebetan?
*speechless
bahkan kenangan-kenangan paling biasapun bisa membuatmu senyum-senyum sendiri. Seperti ketika dia mengacak rambutmu, duduk di sebelahmu, atau ketika kalian minum kopi bersama. Dan kenangan-kenangan yang bisa membuatmu tersenyum itu, juga bisa membuatmu nangis seketika.
" nggak segitunya kali"
coba aku tanya, berapa kali sehari kamu mengecek linimasa cuma pengen tahu kabar dia lagi ngapain? Coba berapa kali kamu unmood ketika dia sama sekali tidak muncul di berandamu?
masih mau ngeles?
"ummm...".

5. Kesepian
kesepian hanya karena nggak ada 1 orang diantara puluhan orang di sekitarmu. Kamu merasa kosong, bahkan merasa kehilangan udara. kamu bisa tertawa dengan teman-temanmu, tapi pikiranmu berada di tempat berbeda. Kamu bisa menjadi pendiam mendadak bahkan bisa menjadi orang paling lucu mendadak karena kesepian. Kamu menunggu dia hadir di hari-harimu. Menunggu dia bertanya hal-hal yang bahkan tidak penting, seperti suhu udara atau di rumahmu sedang hujan atau tidak.

masih nyangkal kalau kamu tidak jatuh cinta?? Huh?

Jumat, 08 Januari 2016

Welcome 7 January, Happy 25 :)





Selamat ulang tahun, untuk kamu..7 January, kamu datang lagi..

apa yang harus aku tulis untukmu? Doa? Harapan? keinginan?
apa yang akan kamu lakukan? perayaan? pesta? lelucon?

tidak.

aku ingin makan kue tart dan mendengar lagu selamat ulang tahun. Sebenarnya, tapi itu sesuatu yang mustahil didapatkan. Siapa yang akan menyanyikan lagu 'selamat ulang tahun' untukku?
baiklah, cukup dengan makan kue tart saja dan merayakan ulang tahun bersama bapak.

ada banyak cerita yang terjadi selama 25 tahun, hanya beberapa kali 7 January saja yang aku ingat. #Yang pertama, ketika usiaku 7 January ke-9, ketika kedua orang tua mengundang teman-temanku datang ke rumah untuk merayakan hari ulang tahunku. Hari itu Hujan deras, ibuku sudah masak begitu banyak makanan. Cemas dan gelisah karena sampai waktu yang ditentukan, teman-temanku tak kunjung datang. Padahal itu hari perayaan ulang tahun pertamaku. Beberapa puluh menit berikutnya, Tuhan yang baik meredakan hujan perlahan dan teman-temanku datang satu persatu, ketika itu adalah satu-satunya hari menyenangkan bagiku, karena aku mendapatkan banyak Kado.
Lalu,
#pada 7 January yang ke 12, saat itu aku baru kelas 7 SMP. Aku tidak tahu teman-temanku tahu dari mana aku sedang berulang tahun. Tiba-tiba saja, tepat ketika aku baru keluar kelas, ada temanku yang melempariku tepung. Diikuti dengan teman-temanku yang lainnya, yang ikut melempariku dengan tepung dan telur, jadilah saat itu aku menjadi Ayam kentucky karena pada saat itu, nama panggilan ku adalah AYAM. ya, aku merasa bahagia kala itu, meskipun besoknya kita semua dimarahi guru Sejarah karena tepung-tepung untuk melempariku mengotori sekolah.
#pada 7 January ke-13, Ketika itu aku sedang naksir seorang anak laki-laki yang hanya aku ceritakan pada teman-temanku. Aku hanya bisa melihatnya dari Jauh. Dan entah bagaimana caranya, ketika hari ulang tahunku, teman-temanku mempertemukan aku dengannya, dan dia mengucapkan selamat ulang tahun padaku.
#January yang ke 17, ketika pacarku membawakanku kue tart setelah berhasil membuatku menangis.
#January yang ke 19, ketika cowok yang menaksirku membawakan kue tart tepat pukul 12 malam. Ibu untuk pertama kalinya mengucapkan selamat mengulang tahun, dan Bapakku yang membiarkan anak-anak yang sedang main PS, main gratis sepuasnya di rumah. Sekaligus, terakhir kalinya merayakan ulang tahunku bersama bapak. :(
#January ke 25,..ketika teman-temanku memberiku kejutan di warung kerang Bang Jono. Membawakanku sekotak donatello dan menyanyikan lagu ulang tahun untukku. Ya, tahun ini aku harus mengawali usia baruku dengan penuh kegembiraan seperti ini, berharap..aku akan terus gembira seperti ini.:)

Selamat mengulang Tahun 7 January, selamat Tahun Baru...

Yang aku harapkan di Usiaku, Nata, bolehkah petualangan hidupku masih tentang kamu?