Surat untuk Nata

kepada Nata yang tak pernah lelah namanya aku ceritakan pada Tuhan.

Apa yang sedang kamu lakukan sekarang?
merindukanku? Hahaha, i am kidding. Itu salah satu harapan yang aku titipkan pada Tuhan, kamu akan merindkukanku setiap hari.
Hai Nata,
carilah aku kalau kamu kesepian, aku masih disini, di tempat yang sama terakhir kali kamu meninggalkan aku. Iya, di Hari terakhir musim Hujan.

Hai Nata, kalau kamu sedang bertanya apa yang sedang aku lakukan, aku sedang merindukanmu,
Seperti palangkaraya merindukan Hujan, Riau yang merindukan langit biru dan seperti kalimantan yang merindukan Udara bersih. Mungkin, Rinduku lebih dari itu. Mereka masih punya harapan, sedangkan aku?

Hai Nata,akhir-akhir ini aku sering memimpikanmu, apa kamu baik-baik saja? aku bercerita pada sahabatku tentang mimpi yang ada kamu di dalamnya. Temanku bilang, itu hanya godaan Jin. apa kamu percaya? apa kamu pernah mendengar tentang sesosok makhluk yang menjadi penunggu rumah atau kamarmu yang sering menatapmu kala kamu sedang terlelap, jika kamu percaya, sungguh aku iri pada makhluk yang ada di kamarmu. Bisakah aku menggantikannya agar aku bisa menatapmu lekat ketika kamu sedang terpejam. baiklah, aku ngelantur.
Temanku bilang, aku sedang disukai oleh sesosok Jin, dan Jin itu yang sering datang kedalam mimpiku dan menggodaku di sana. Jujur aku lebih suka hidup dalam mimpiku karena ada kamu disana. Baiklah aku neglantur lagi.
aku takut?
iya aku sangat takut. Sekaligus sebal. jika benar itu Jin, mengapa dia harus menggunakan sosokmu untuk menggodaku? tentu saja aku tergoda mentah-mentah, efeknya? aku gagal move on. Iya move on dari kamu. Aku semakin merindukan kamu. Jin itu tidak tahu bagaimana beratnya aku berusaha melupakanmu dan bagaimana lamanya aku menunggu aku bisa bernafas tanpamu. Dia membuat cerita yang begitu aku inginkan menjadi nyata.

Nata, temanku bilang aku harus banyak berdoa, sering membaca Al-quran di kamar agar Jin itu tidak menggangguku lagi, tapi, entah kenapa aku malah takut kehilanganmu untuk kedua kalinya di mimpiku. Jika di mimpiku aku bisa bertemu denganmu, haruskah aku membiarkan Jin bersosok dirimu itu berkeliaran saja di mimpku agar aku tetap bisa melihatmu dan menghancurkan Rindu yang semakin menggunung perlahan-lahan? Dan membuatku tidak ingin bangun selama-lamanya. Bagaimana mungkin aku ingin Bangun, jika di dalam mimpiku aku bisa memelukmu erat?
hahaha, tidak, aku hanya bercanda.
Tapi, Rinduku ini tidak pernah bercanda. Rinduku ini Nyata, seperti kamu yang nyata-nyata sudah pergi tapi aku masih berharap. Kamu pasti lupa Nata, kamu pernah bilang akan mengajakku pergi, iya kamu pasti lupa membawaku pergi. Kalau kamu sudah ingat janji itu, aku masih di sini, di tempat yang sama persis ketika terakhir kamu meninggalkan aku. iya, di sini. Masih ingat kan dimana? :'










Comments

Popular Posts