Monday, March 5, 2018

HAPPINESS PROJECT #2 : ROMANTIC



Mungkin bagi sebagian orang, Romantis hanyalah ekspresi cinta yang menggebu-gebu teruntuk para remaja yang sedang kasmaran. Romantis adalah tentang keintiman sebuah hubungan dengan sentuhan seperti berciuman atau saling memeluk. Atau Romantis adalah tentang Dilan dan Milea, atau tentang Rangga dan Cinta. Namun bagi sebagian orang Romantis adalah hal sederhana yang kadang tidak terfikirkan. Bahwa Romantis tidak harus melamar kekasih di depan eiffel atau di puncak gunung Mahameru. Romantis bisa jauuuuh lebih sederhana dari itu. Menjemput orang yang kita sayangi di kala hujan, karena kita takut dia kedinginan terlalu lama, misalnya.

Lalu, menurut kamu Romantis itu seperti apa?

Aku yakin semua Definisimu adalah benar, karena menurutku Romantis hanyalah masalah sudut pandang. Mari kita bercerita tentang Keromantisan dan Cinta yang menjadi salah satu kebahagian manusian di mukabumi. Tapi sebelumnya, aku akan menceritakan soal kebahagiaan mereka yang menjadi keromantisan dalam hidup orang-orang terdekatku. 

Bagi kedua bapak ibuku, Keromantisan bukan lagi soal kejutan ulang tahun dengan boneka, bunga atau makan malam dengan lilin di tengah meja. Bagi mereka Keromantisan adalah tentang duduk bersama selepas senja di depan televisi sambil mengobrol hangat mengenai satu hari yang mereka lewati. Bagi bapak, bertemu dengan ibu selepas kerja adalah hal membahagian itulah mengapa Ibuku tidak pernah kemana-mana setiap kali jam-jam bapak pulang kerja atau ketika bapak tidak bekerja. Sesibuk apapun ibuku, waktunya selalu ada kapanpun untuk bapak. Untuk bapakku, dia tidak pernah makan tanpa ibuk, dia selalu menunggu ibu untuk makan bersama. Bukan manja, tapi bapak selalu ingin menjaga keromantisannya tetap terjaga bersama ibuk meski usia mereka tidak lagi muda dan gairah kasmaran sudah tidak lagi ada, tapi kasih sayang diantara keduanya tetap menyala.

Untuk seseorang yang aku kenal, Romantis bukan seberapa banyak uang yang suaminya berikan untuknya. tetapi, waktu sebentar yang disela-kan suaminya untuknya. Bagaimana mereka bisa menikmati hujan berdua meski tidak punya uang. Tidur bersama kedua anak mereka di depan tivi. Bagaimana mereka saling menerima satu sama lain dan saling mengisi kekurangan masing-masing.

Dan aku sendiri, melihat keromantisan semakin sederhana begitu aku mengenal Suamiku sejak pertama kali bertemu. Meski dia jarang membalas Whatsappku, dia selalu menyempatkan untuk menciumku sebelum tidur  atau mencium keningku jika ingin membangunkanku. Dia selalu mau mendengarkanku bicara. Dia yang selalu tahu keluh kesahku tanpa aku banyak bicara. Dia yang selalu bertindak konyol untuk membuatku tertawa. Dia yang tidak mau membiarkanku berjalan sendirian. Dia yang tidak pernah komplain dengan apapun yang aku masak untuknya kecuali jika kurang asin. Dan aku selalu mengamini apa yang menjadi kebiasaan-kebiasaan kecil kita saat ini karena aku tidak mau keromantisan kecil ini memudar. Bagiku, perhatian dan kehadirannya melebihi kemewahan apapun yang bisa ditawarkan dunia. 

Ada juga tentang kebersamaan orang yang tinggal di dekatku. Mereka hanya tinggal berdua, sepasang sesepuh yang kemana-mana berdua. Seolah takut kehilangan satu sama lain, mereka tidak membiarkan salah satu satu dari mereka sendirian hingga suatu hari sang nenek meninggal beberapa bulan kemudian sang kakek menyusul. 

Romantis, iya bukan tentang hadiah, kejutan atau apa yang bisa kamu dapatkan tetapi sebesar apa rasa cinta yang bisa kamu rasakan dan kamu berikan untuk orang yang kamu sayangi. Percayalah, cinta yang besar akan memenangkan apapun barang mewah yang bisa kamu dapatkan, kecuali jika tidak ada cinta yang sama yang kamu rasakan dari pasanganmu, maka sebesar apapun cinta yang kamu terima tidak akan ada artinya sama sekali, karena hatimu tidak akan tergerak sama sekali untuk bisa menikmatinya. 

Lalu, apa definis Romantis yang menjadi kebahagiaanmu?


No comments:

Post a Comment