Sunday, November 19, 2017

BELAJAR MENULIS : KATA LAIN DARI 'BERKATA' DALAM DIALOG

Kata-kata dialog: Kata lain untuk 'Berkata”

Menulis dialog yang efektif dan menarik memiliki banyak elemen. Bukan hanya karakter yang diucapkan tapi bagaimana mereka mengatakan itu yang terenting. Atau bagaimana kamu menunjukkan siapa yang sedang berbicara, “Katanya” atau “ Dia berkata” akan menjadi membosankan jika terlalu sering digunakan. Baca kata lain untuk kata serta tip untuk menjaga dialogmu alami dan mengasyikkan:
Pertama, apa itu 'tag dialog'?
Tag (seperti tag nama) mengidentifikasi. Sebuah tag dialog adalah kelompok kata-kata berikut kutipan yang dikutip (misalnya 'dia berkata'), mengidentifikasi siapa yang berbicara dan / atau bagaimana mereka berbicara. Kata lain untuk 'berkata' adalah sebagai berikut :
  1. ·         Volume (misalnya berteriak, menjerit, mendesis.berbisik)
  2. ·         Nada atau nada (misalnya, menjerit, mengerang, mencicit)
  3. ·         Emosi (misalnya, menggerutu, membentak, mengejek, memohon)

Hubungan antara elemen suara ini juga penting. Aneh rasanya, misalnya, untuk karakter ' ang sedang ‘mencibir' mengucapkan kata-kata 'aku cinta kamu', karena kata 'mengejek' berkonotasi penghinaan yang bertentangan dengan cinta.
Mengingat ada banyak kata kerja yang bisa menggantikan kata 'berkata', apakah kamu bisa menemukan yang lebih kuat, lebih emotif dan menggunakannya?
Tidak selalu. Berikut adalah beberapa tip untuk menggunakan tag dialog seperti kata dan penggantinya dengan baik:

1. Gunakan semua tag dialog secukupnya
Masalah dengan tag dialog adalah menarik perhatian penulis. Semakin kita membaca 'katanya' dan 'dia berkata', semakin kita sadar akan penulis yang menciptakan dialog. Kami melihat penulis menghubungkan siapa yang mengatakan apa –
Bandingkan dua versi percakapan yang sama ini:
#1 "Sudah saya katakan," kataku sambil melotot.
     "Yah, saya tidak mendengarkan, bukan!" Katanya.
      "Ternyata tidak," jawabnya.
#2 Sekarang bandingkan ini dengan yang berikut ini:
    Aku melotot padanya. "Sudah saya katakan sudah."
  "Yah, saya tidak mendengarkan, bukan!"
  "Sepertinya tidak."

Bagi beberapa orang, ini soal preferensi gaya. Meski begitu, sulit untuk membantah bahwa versi pertama lebih baik dari yang kedua. Pada tahap kedua, membuat sebuah aksi yang mencolok daripada menambatkannya ke dialog memberi kita perasaan karakter yang lebih kuat sebagai akting, makhluk yang sepenuhnya terkandung.
Demikian pula, dalam jawaban pembicara pertama, kita tidak memerlukan tag yang memberi tahu kita nada suaranya (bahwa itu singkat, sarkastik, atau bermusuhan). Singkatnya, fakta itu hanya dua kata, menyampaikan nadanya dan kita bisa menyimpulkan karakternya masih gila.
Menggunakan tag dengan hemat memungkinkan pembaca Anda untuk menarik kesimpulan dan imajinasi. Pembaca bisa mengisi ruang kosong, diminta lebih halus dengan petunjuk yang Anda tinggalkan (tanda seru atau rujukan, runcing yang runcing).

2. Gunakan 'kata' hemat, kata lain untuk dikatakan lebih dari itu
Kata 'berkata', seperti 'bertanya', tidak memberi warna dan kepribadian pada ucapan karakter. Dalam percakapan antar karakter, alternatif untuk kata bisa memberi tahu pembaca:
Keadaan emosional atau mental masing-masing dari orang-orang fasih
Seperti apa hubungan antara karakter (misalnya, jika satu karakter selalu terkunci di sisi lain, ini akan menunjukkan bahwa karakter tersebut mendominasi dan mungkin tidak baik terhadap yang lain)
- Berikut adalah kata-kata dialog yang bisa Anda gunakan, bukan 'berkata', dikategorikan menurut jenis emosi atau skenario yang mereka sampaikan:
Marah              :Teriak, teriakan, teriak, bentak, diperingatkan, ditegur.
Kasih sayang   : Dihibur, dihibur, diyakinkan, dikagumi, ditenangkan.
Kegembiraan   :Teriak, teriak, mengoceh, menyembur, berseru.
Takut               : Berbisik, terbata-bata, tergagap, tersentak, terdorong, mendesis, mengoceh, berkata tanpa cela.
Penentuan       :Disinggung, dipaksakan, dipelihara, diperintahkan.
Kebahagiaan   : bergumam, tersipu, tertawa.
Kesedihan       : Menangis, bergumam, terisak, mendesah, meratap.
Konflik       mencemooh, menegur, mendesis, memarahi, menuntut, mengancam, menyindir, meludah, melotot.
Mengarang      : Diakui baik, mengalah, setuju, meyakinkan, menenangkan, menyetujui, menyetujui.
Hiburan           :Tergoda, bercanda, tertawa, terkekeh, terguncang, terkikik, pulas, terbahak-bahak, terkikik, meraung.

Meskipun ada banyak kata lain untuk dikatakan, ingatlah:

Terlalu banyak yang bisa membuat dialog Anda mulai terasa seperti ringkasan kata kerja pidato emotif. Gunakan tag dialog warna-warni untuk penekanan. Mereka adalah garam dan rempah-rempah dalam dialog, bukan seluruh makanan. Gunakan tag dialog emotif untuk penekanan. Misalnya jika semuanya sudah tenang dan karakter tiba-tiba menjadi ketakutan. 


resource : https://www.nownovel.com

No comments:

Post a Comment